Senin, 22 Mei 2017

Friday Family Project #1

Friday Family Project #1
.
#FFP Perdana kami adalah membuat bendera Ramadhan untuk keperluan pawai tarhib Ramadhan di komplek besok. #FFP ini adalah pemanasan Abang arkan menuju Project Based Learning di pembelajaran ke depannya.    Nyari Ide untuk FFP gampang mak, yg penting sederhana, di sesuai kan kemampuan anak dan orangtua, dan bermanfaat. Goal dari FFP dan PBL memang bermanfaat buat keluarga dan masyarakat. Qodarullah saya emang lg cerita banyak ttg apa maksud manusia diciptakan. Banyak berkisah, banyak cerita, puncak nya saya menawarkan project ini ke Abang. Alhamdulillah dia mau dan semangat. Bahannya mudah saja dan saya mengusahakan pake barang bekas.  Ini dikatakan family project karena semua terlibat termasuk bapake. Bapake terlibat nge-print dan fotocopy gambarnya. Neng za mesti terlibat dengan nyebar-nyebar dan menyobek kertas hihi..😅. Alhamdulillah selesai, siap didistribusikan besok 😍
.
Sepertinya abang Arkan calon anak HS ni? Belom mak belom.. Pelan-pelan, mamak masih edisi bikin pembuktian ke "kepala sekolah" kami, bapake arkan. Pembuktian konsistensi saya selaku "guru" ke "siswa" kami yakni Abang arkan dan Neng zalfa. Siswa yg 24 jam belajar dan Ada di dekat sayah 😂. Mamaknya belajar konsisten dan sabar serta mengurangi keganasan 🙈. Trus tipikal Abang arkan ini sosialitahhh sekali yaa.. Ga bisa hidup tanpa kawan skrg aja agenda harian dia, selalu main keluar rumah di Pagi dan sore hari demi menyapa kawan-kawannya 😂 jadi menurut kepsek kami, rasanya kami sbg ortu terlalu egois jika langsung memutuskan homeschooling untuk Abang, Abang tidak merasakan bagaimana belajar di public school. Biar kan dia memilih, kami memfasilitasi dan tetap mengarahkan (ke HS nanti nya hihi).
.
Trus tahun ajaran depan masuk TK gitu mak? Iya insya Allah masuk TK dan TK B hihi.. Kenapa TK B padahal usia abang belum 5 tahun nanti Juli. kami khawatir bosan karena 80% kegiatan TK A sudah mamak lakukan di rumah. Selain masuk public school, abang arkan juga online school di TAM milik Yayasan Generasi Juara. Ini adalah ikhtiar kami mengenalkan abang arkan HS dengan sekolah jauh via online, ga berat dan capek tuh public school iya, online school iya. Ga lah kan masuk kelas online infonya seminggu 2x aja selebihnya sama mamak di rumah. Rapot dan ijazah ada? Ada dong, aman lah pokoknya.. TAM mengeluarkan rapot dan ijazah resmi kok Jdnya ga perlu takut ya buibuuu.. 
.
Alasan kami memilih dobel-dobel adalah ingin melihat kecenderungan abang arkan, enjoy di public school apa online school. Lalu biar kan dia memilih. Klo emang cocok di public school ya gpp berarti bapake nyiapin uang sekian juta buat masuk SD. Abis itu kami ikhtiar Neng zalfa yg mau  homeschooling hihi.
.

-DMA-

#DiaryArkan
#saatnyakembalikesekolah


Jumat, 07 April 2017

My Purpose of Life


Hmmm.. Rasanya ga perlu direnungkan terlalu dalam krn sejatinya setiap manusia hidup di dunia untuk menyiapkan bekal di akhirat. Dan itu sudah seharusnya ada di dalam dada manusia. Begitu juga saya, hanya memiliki satu tujuan hidup yakni berkumpul sekeluarga di Syurga. 
Nah perjalanan masuk syurga inilah yg terasa berat..berat sekali.. Belum lagi godaan duniawi. Astagfirullah 
Padahal syaratnya (nampak) mudah, syurga bagi seorang istri Ada di suami, kamu hanya perlu taat. 
Menjadi seorang ibu juga Ibadah, ladang pahala yg berpeluang besar untuk masuk syurga. Yakin bisa masuk syurga klo masih Ada teriakan ke anak? Masih ada ngomel karena lelah? 
Mendidik anak menjadi anak shalih juga bisa mengajak kita ke syurga, sudah sabar kah saya? 
Aaiihh..Rasanya sy harus kembali istighfar. Ini yg patut jadi bahan perenungan 😭

Hakikat penciptaan manusia termasuk saya yaitu untuk senantiasa beribadah, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sekali lagi nampaknya mudah padahal perlu keistiqomahan untuk menjalankannya.

Mengembalikan niat hidup dan mengetahui tujuan Allah menciptakan saya, membuat diri ini selalu memperbaharui niat untuk melakukan apapun. 

Medan, 7 April 2017
Jumu'ah Barokah 😍

Selasa, 21 Maret 2017

Berubah untuk Masa Depan Lebih Bermakna

Well, ternyata ga kerasa udah sampai di pekan terakhir matrikulasi. Serius, saya ga berasa bgt dan enjooyyyy. Harapannya semua materi di matrikulasi bisa sy aplikasikan dengan baik. 

Materi terakhir ini kok ya pas bgt sama planning saya. Mudah-mudah terlaksana dengan baik dan lancar. 

 Ini dia NHW-nya hihi

*BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN*


Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

*PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE*

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Minat, Hobi : 
Mengajar, crafting, menulis, bercerita

Skill (Hard dan Soft) :
Mengajar, komunikasi, Story telling, percaya diri 

Isu Sosial :
Usia pra sekolah anak di komplek diasuh oleh asisten rumah tangga

Menyediakan wadah pra sekolah untuk anak sendiri dan juga anak-anak lain

Membuat kegiatan positif anak-anak di komplek

Masyarakat :
Anak-anak
Orangtua

Ide Sosial :
Membuat sanggar kegiatan kreativitas anak-anak di komplek 

Jangka panjangnya, buat sanggar persiapan anak sekolah targetnya jg ke masyarakat luas

Doakan yaa.. Insya Allah akan launching bulan April 2017

Prinsip saya, jika ingin BERUBAH mulai dari diri sendiri untuk "pergi" dari zona nyaman. Kadang zona nyaman itu melenakan 😜

NHW#9_Fikri Widiastuty U
a.k.a -Diaz Mamak Arkan-


Rabu, 15 Maret 2017

Misi Hidup

Nice HomeWork #8
Bismillah..
Mengerjakan NHW #8 ini membuka lagi apa yg sudah saya tuliskan di rangkaian NHW yang lalu setelah itu saya mulai bermimpi dan merencanakan untuk realisasi mimpi tersebut. Tidak terasa udah masuk ke pekan ke 8 lalu saya berpikir, "saya sudah dapat apa ya di matrikulasi ini?"
Semoga tidak ada yg sia-sia. selalu berubah kearah yg baik sedikit demi sedikit. Aamiin
MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
Yang saya Suka dan Bisa : Mengajar, Menulis, dan Crafting
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Mengajar, berarti menjadi pengajar atau pendidik. Setelah menemukan pilihan aktivitas ini, saya ingin menjadi seorang ibu professional yang mampu mengajar/mendidik/memfasilitasi anak-anak saya dalam belajar lalu untuk orang lain juga, banyak menulis untuk banyak menginspirasi, memperdalam ilmu crafting khusus anak serta menjadi banyak yang banyak bermanfaat dan senantiasa berbagi
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Dimulai dengan memberikan keteladanan dan ilmu kepada anak. Maka yang akan dan harus saya lakukan adalah memperbaiki diri agar mampu memberikan keteladanan, menguatkan peran sebagai istri dan ibu, mencari ilmu dengan cara membaca, mengikuti majelis ilmu, berkomunitas, menulis. Mengajarkan setiap ilmu yang dimiliki ke masyarakat sekitar dan membagikannya lagi ke masyarakat luas lewat kegiatan dan tulisan
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
Menerbitkan buku untuk berbagi ilmu, saya ingin mempunyai sebuah lembaga/yayasan/ Sekolah yang banyak bergerak di bidang pendidikan anak dan pembinaan masyarakat.
 3 aspek dimensi waktu 
 (lifetime purpose)
saya ingin mempunyai nilai hidup yang waktunya lebih panjang dari usia hidup saya sesungguhnya. Maka saya punya cita-cita untuk dapat mempunyai sebuah lembaga/yayasan/ sekolah yang banyak bermanfaat untuk orang lain, serta buku yang dapat diterbitkan, agar saat saya sudah wafat, salah satu amal jariyah saya masih mengalir dengan deras.
( strategic plan)
Dalam 5-8 tahun mendatang saya sudah dapat menerbitkan minimal sebuah buku hasil karya saya pribadi, dan cita-cita saya untuk mempunyai sekolah yang mempunyai konsep “pendidikan yg membebaskan dan berbasis Fitrah” ini bisa terwujud. Untuk saat ini saya menabung (materi dan ilmu) terlebih dahulu, untuk dapat merealisasikan cita-cita saya nanti. Aamiin
( new year resolution)
Belajar di rumah dengan anak dengan kurikulum yang baik dan custome khusus anak saya, bisnis jualan buku saya terus berjalan dengan baik,saya punya tambahan tabungan untuk membangun cita-cita saya, memperluas jaringan, saya terus belajar dan menulis dari apa yang saya pelajari, serta mengajarkan kembali ke orang-orang sekitar.
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya BERUBAH atau KALAH
Karena sejatinya, hidup kita adalah untuk mengumpulkan bekal hidup di akhirat
Fikri Widiastuty U

Rabu, 08 Maret 2017

Menuju Mamak Produktif


Judulnya Medan kali ah.. Hihi
Masuk NHW #7 jeng jeng.. Ketampar tampar sendiri euy, setelah resign sayah beneran merasa ga produktif dan efektif. Merasa loh yaaa.. Semoga salah perasaan nya hihi

Setelah liat kecenderungan bakat di temubakat.com Alhamdulillah bbrp poin sy mengaminkan dan gue bgt. Fokus Pada KEKUATAN dan KELEMAHAN dijadikan bahan renungan serta evaluasi. 
Inilah hasilnya.. 

Setelah itu buat 4 Kuadran yg isinya 
1. Suka, bisa
2. Suka, tidak bisa
3. Tidak suka, bisa
4. Tidak suka, tidak bisa


Ini lah Kuadran ala saya
1. Suka dan Bisa
Menulis
Mengajar
Crafting
Design grafis
Jualan online
Mempelajari ilmu baru
Mengonsep kegiatan
Bersosialiasi 

2. Suka dan tidak bisa
Menjahit
Memasak masakan sumatera hihi
Mencuci baju
Jualan offline

3. Tidak suka dan bisa 
Menyetrika
Administrasi
Membuat laporan keuangan dengan rapi
Mengatur orang


4. Tidak suka dan tidak bisa
Berkebun
Main musik
Memelihara binatang
Mencuci Mobil, mencuci motor 


Sekian NHW #7 saya, lanjut belajar untuk selalu meninggikan langit dan tidak meratakan lembah

Fikri Widiastuty U


Rabu, 01 Maret 2017

Saatnya Menentukan Prioritas



Makin mantep bgt yak permintaan NHW #6. Makin bikin sayah garuk-garuk kepala yg ga gatal 😂

Tentang Prioritas, sy termasuk orang yg agak males melabeli kegiatan sy dengan penting dan tidak penting. Karena selalu merasa semua aktivitas penting, Akhirnya keteteran deh. Betapa tidak profesionalnya yak huhu
Saya merasakan keteteran kerjaan rumah dan kegiatan anak sejak melahirkan anak kedua lalu resign. Ketika masih kerja sy selalu berusaha ontime melakukan kerjaan rumah krn jika tidak begitu bisa berantakan dan telat ke kantor. Nah Skrg sudah resign bukannya malah bagus manajemennya eh malah berantakan. Ditambah saya skrg menekuni bisnis jual beli buku online dan Parenting and Kids event Organizer dengan kawan-kawan wah makin nempel deh tangan sy sm HP klo ga pake manajemen. Suami sy pernah bilang, "buat jadwal kegiatan kamu, untuk urusan domestik yg penting masak dan tidak perlu tiap hari mencuci dan menyetrika"

Baiklah saya buat jadwal urusan domestik. 
Senin : menyetrika
Selasa : mencuci
Rabu : libur
Kamis : menyetrika
Jumat : mencuci 
Sabtu : libur 
Minggu : mencuci 

Udah rapi daaannn.. Tidak terlaksana dengan baik sodara-sodara. Akhirnya menyetrika sy delegasikan ke orang lain. Mencuci masih gantian dengan suami. Bagi suami sy yg penting sy masak tiap hari, rumah berantakan bisa dimaklumi hihi.
Setelah baca NHW #6 baru deh kepikiran jadwal harian. Tapi sebelumnya diminta menentukan 3 aktivitas penting dan tidak penting. Wew.. Mikir lg euy. Lalu sy orat-oret dan terbagi lah aktivitas penting kategori mendesak dan tidak mendesak. Aktivitas tidak penting kategori mendesak dan tidak mendesak. 

Penting (Mendesak)
Cepat tanggap dengan keadaan anak.
Disiplin melakukan aktivitas abang Arkan sesuai jadwal.
Jika ada project event, rapat koordinasi dengan Mommies Project.

Penting (Tidak Mendesak)
Ibadah wajib dan sunnah.
Pekerjaan domestik.
Me time : baca buku, menulis, ikut seminar, workshop tanpa membawa anak.

Tidak Penting (Mendesak)
Packing orderan
Bersosialisasi dengan tetangga
Menjawab chit chat dengan customer dengan waktu yg sudah disepakati.

Tidak penting (tidak mendesak)
Stalking sosmed 😪
Chit chat di WAG 
Googling informasi 

Mana yg lebih sering dilakukan Mak? Ternyata yg tidak penting dan tidak mendesak Mak huhuhu 😭
Betapa tidak produktifnya sayaahh 

Karena cita-cita mau membuat sekolah, Sejak Januari saya berusaha komit dengan kegiatan pembelajaran abang Arkan dengan membuat jadwal pembelajaran dan weekly planning tertulis. 

Beneran terinspirasi bikin jadwal buat diri sendiri setelah ada NHW #6 ini deh. Bismillah ini jadwal harian saya, sebenernya kurang detail yak tp ini dlu deh dicoba seminggu kedepan. 

NHW #6
Fikri Widiastuty U



Rabu, 22 Februari 2017

Gaya Belajar Saya

Saya mengetahui ada berbagai macam gaya belajar itu sejak menjadi guru, telat yak. Ternyata gaya belajar tiap orang itu berbeda-beda sejak itu saya memahami setiap siswa dengan gaya belajarnya masing-masing. Alhamdulillah bermanfaat ketika sy punya anak, punya bekal untuk mengamati gaya belajar anak saya. 

Anak pertama saya, Arkan saat ini usianya 4y5m. Sy belum bisa memberikan label gaya belajar dia karena belum konsisten Arkan memperlihatkan gaya belajar nya. Arkan masih menggunakan bbrp metode belajar untuk bbrp kegiatan, misalnya :

✅ Ketika menghafal Al Quran, Arkan lebih mudah hafal dengan metode audio visual
✅ Ketika mengenal huruf dan angka dengan kinestetik nya alias kegiatan dilakukan dengan  keringetan insya Allah langsung nempel 😁
✅ Berkisah salah satu metode mujarab juga saat pembelajaran akhlak ke anak saya. 
✅ Belajar dari sumber nya Atau praktik langsung, metode jalan-jalan. misalnya saat belajar tentang adab di fasum, kami ajak dia ke perpus daerah, naik aneka transportasi umum. Ketika belajar tentang berbagi, kami mengajak Arkan berkunjung ke panti asuhan untuk berbagi. Belajar menabung, menabung di rumah dengan celengan dan menabung ke bank lengkap dengan dia belajar antri di depan teller. Alhamdulillah masih inget dan jadi bahan cerita terus. Pengalaman memang pelajaran yg luar biasa ya 😘

Kecenderungannya yang mana? Wah masih dalam proses pengamatan saya. Trus misalnya klo si anak ditanya lebih suka kegiatan menggambar, menulis, nonton, lomba lari, jalan-jalan? Maka Arkan akan menjawab dengan lantang suka LARI dan JALAN-JALAN 😅


Nah NHW #5 ini diminta untuk menulis gaya belajar saya, baiklah saya coba uraikan perjalanan saya menemukan gaya belajar yg pas (menurut sy)

Gaya Belajar di Masa Silam
Saya menemukan cara belajar yg asik itu ketika SMP kelas 2. Sejak SD saya selalu dapat juara tp belum memiliki kesadaran belajar yg baik alias belajar masih didorong-dorong mama, belum Ada kesadaran sama sekali buat belajar hihi.. Ketika SMP mama papa sy sudah mulai melepas dengan harapan sy bisa mandiri belajar tp ternyata zonk! Hancur lebur nilai saya di kelas 1 SMP. Akhirnya papa saya turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini, orangtua saya bukan tipikal yg menuntut nilai kognitif saya bagus tp mereka berharap saya cinta ilmu dan suka belajar. Papa saya sudah mengamati dan minta saya mencoba semua gaya belajar lalu pilih yg paling nyaman. Alhamdulillah saya sudah cocok dan dipakai sampai sy menyelesaikan pendidikan formal. Gaya belajar sy agak ribed dibanding saudara2 kandung saya. Ketika menerima pelajaran saya harus mencatat, sampai rumah harus dibaca lg. Jika mencatat insya Allah nempel lama di otak saya. Adik-adik saya hanya mendengar dan melihat aja langsung deh nempel. Hikmahnya saya memang harus rajin membaca dan menulis 😂

Gaya Belajar Ketika Masuk Dunia Kerja
Saya suka tantangan, Ketika masuk dunia kerja pun sy memilih pekerjaan yg menantang. Tidak pernah berpikir menjadi guru tp akhirnya memilih menjadi guru. Pola kerja yg sy lakoni membutuhkan kecepatan sy adaptasi, mau belajar, dan cepat paham. Masih pakai catatan? Ternyata masih butuh tp langsung dibarengi dengan praktik alias action. 

Gaya belajar saya saat ini
Nah Ketika menjadi ibu, saya pun tidak mengubah Gaya belajar. Yg dibutuhkan Ketika belajar skrg : lebih FOKUS! Apalagi dengan godaan anak-anak yaa.. Pokoknya ketika belajar, saya mau anak-anak jd alasan jd ga fokus. 
Sebelum menikah, saya berusaha banyak mencari ilmu terkait pernikahan dan pendidikan anak. Tujuannya biar ga meraba-raba Ketika sudah praktik. Qodarullah, sy kerja di dunia pendidikan yg dekat dengan keluarga dan anak lalu bertemu Jodoh di usia yg cukup  matang 27 tahun. Rasanya jika sy tidak mempersiapkan dengan baik kok seperti meremehkan pernikahan. 
Sejak awal menikah sy juga membuat kesepakatan sm suami. Jika Ada Acara  saya belajar, seperti : seminar, workshop, dan tidak Ada fasilitas kids corner, suami bersedia dititipin anak. Begitu juga kulwapp dan webinar yg notabene nya online, beneran saya nggak mau diganggu.
Ketika sy mengikuti PSPA bersama Abah Ihsan, beliau selalu mewanti-wanti peserta untuk mencatat semua materi penting karena jika tidak dicatat mustahil akan ingat dan akhirnya sia-sia. Ini mah saya bgt hihi
Benang merah gaya belajar saya yaitu, mencatat dan dibaca ulang lalu ditulis lg. Klo dlu ada buku khusus untuk menulis semua materi Skrg cukup menggunakan aplikasi notes di HP. Setelah itu langsung saya pindah ke blog khusus belajar saya. Khawatir tiba-tiba HP "sakit" bisa hilang semua materi yg sudah sy dapatkan. Kegiatan menulis lah saat ini yg paling sering saya lakukan untuk menyerap ilmu lebih banyak. Tidak lupa selalu berusaha berbagi ilmu supaya ilmu yg saya punya bermanfaat bagi orang lain.

Jadi jika saya belajar kurang lebih alur nya seperti ini :
Mendapatkan Materi/ Baca ➡️ mencatat ➡️ Review/ Baca Ulang ➡️ Menulis untuk disimpan sendiri ➡️ Berbagi bisa di publish atau mengisi materi
Insya Allah sedang berusaha konsisten untuk selalu berbagi ilmu ke orang lain.

NHW #5 
Fikri Widiastuty U