Rabu, 01 November 2017

Children See, Children Learn


Kalau jualan saat ada program Market Day di sekolah itu biasa banget kan yaa... Nah, ini abang Arkan minta jualan di saat belum ada program Market Day di sekolahnya. Padahal target kami, abang belajar jualan di usia SD lho. Ini beneran di luar dugaan kami hihi #superb #antimainstream.
Lalu diskusi pun berlanjut, kami menanyakan alasan abang pengen jualan eh dijawabnya karena ingin membeli mainan dengan uang sendiri. Trus menurutnya, jualan seperti mamaknya itu asik. Beneran sederhana banget alasannya. Jadi salah siapa hayooo? Salah mamaknya lah ngasih contoh jualan haha. Si ayah pun mulai bertanya yang aneh-aneh ke abang arkan terkait niat jualannya. Begini salah satu pertanyaannya, “emang abang ga malu jualan di sekolah?”. Lagi-lagi jawabannya di luar dugaan “ buat apa malu, yah.. jualan itu halal”. Masya Allah dapet kalimat jawaban dari mana nak? Haaha. Oke baiklah kita lanjut diskusi menyusun apa yang mau dijual. Disepakati, akan jualan es susu coki-coki, pop corn fantasi, dan coklat lego. Rencana juga abang akan jualan sepekan sekali. Sip lah. Berarti mamak siap-siap memberi cooler yg kecil yaak supaya mudah dibawa sama abang.
Setelah itu saya, izin ke Kepala Sekolah RA. Bunayya IV pekan lalu, Alhamdulillah dapat izin. Lanjut beneran langsung gerak serius. Awalnya abang akan berjualan setiap hari Rabu tapi nyatanya udah ga sabar jadinya mulai hari ini deh..
Ahad kemarin kami beli cooler, mulai warnanya abang arkan yang milih. Pilihannya warna merah. Mamaknya belanja bahan juga, Ahad sore saya mulai bikin es. Malamnya, mulai lah abang menulis label untuk cooler, arkan belum bisa menulis ya buibu.. tapi mamaknya bikin pola tulisan es ucok dengan dot to dot, lalu Arkan pun tinggal menyambungnyaa. Wajar yaa kalo huruf S nya keriting hihi..
Oh iya, mengapa namanya ES UCOK? Batak kali yaaaa.. Es Ucok adalah singkatan dari Es Susu Coki-Coki, abang Arkan memang jualan Es favorite-nya dia. Alasan lain biar gampang diingat dan unik aja hihi.
Jualan abang Arkan ini bukan project pribadi si anak tapi merupakan project keluarga kami. Bukan hanya mamaknya yg sibuk, ayah pun kebagian peran. Peran ayah sangat berarti untuk persiapan project ini. Setelah abang Arkan merapikan perlengkapan jualan, mamaknya menyiapkan uang kembalian seribu rupiah. Abang arkan dan ayah simulasi dengan role play penjual dan pembeli. Jika uang kawan abang Rp. 2000, berarti kembaliannya Rp. 1000 (diperlihatkan uang betulan).  Menjelang tidur tadi malam, story telling tentang Sahabat Rosulullah, Abdurrahman bin Auf seorang saudagar kaya yang masuk ke Syurga dengan perlahan. Bahwa melalui berdagang, bisa menjadi sebab diri kita masuk Syurga tapiiii jika menjadi pedagang yang jujur, amanah, dan shalih seperti Rosulullah dan para Sahabat. Apa komen abang Arkan “Masya Allah yah, enak kali jualan doang bisa masuk syurga” #eeaaa.. semoga bs menjadi do’a ya nak..
Pagi harinya, abang Arkan bangun dengan semangat. Semangat karena mau jualan padahal biasanya mah klo urusan bangun pagi, mamaknya kudu nelen pil sabar segentong hihi. Sengaja, yg antar sekolah mamaknya karena mamaknya perlu bertemu guru kelasnya. Alhamdulillah anaknya semangat banget, saya sampe terharu. Pesen ke gurunya “kalo sempat, saat Arkan jualan nanti tolong dokumentasikan ya bu?”. Saya udah ga sabar menanti anaknya pulang, eh pas jam istirahat bu guru mengirimkan foto Arkan jadi tokeh es ucok hihi..
Abang arkan pulang,kebetulan yang jemput ayahnya. Dia langsung nunjukin hasil jualannya daaann berkomentar “Es nya kurang banyak mi, banyak kawan abang yang ga kebagian.. selanjutnya abang bawa lima puluh buah ya mi..?” . Mamaknya langsung kebayang pegel-pegel bikin lima puluh buah es hahah..
Abang Arkan cerita, ada kawannya yang ambil es tapi ga bayar. Mamaknya langsung kasih pengertian macem-macem. Well, sangat banyak lho pembelajaran saat Market Day pribadi ini. Berikut beberapa yang saya rasakan ya. Melatih kemandirian, melatih mental, menghargai uang, belajar empati ke orangtuanya bahwa ternyata kerja itu capek, dan masih banyak lagi.
Saya sebagai orangtua juga banyak sekali belajar. Saya percaya keteladanan akan berbuah keteladanan juga. Kami selaku orangtua hanya fasilitator, konsultan, teman curhat, bagi anak-anak kami. Biar mereka berkembang sesuai dengan usianya.
Kami ingin menyiapkan kemandirian sedini mungkin, Aqil Baligh dengan persiapan matang karena Abang Arkan adalah anak laki-laki. Selain itu kami juga berpikir, “akan kah kami bisa menemani anak-anak sampai mereka dewasa?”.  Jadi jika Allah memanggil kami dengan cepat, kami sudah mempersiapkan mereka agar kuat dan bisa melanjutkan kehidupan dengan mandiri. *meweek*

Jadi, kalo mamak-mamak disini sudah sering ngajak bermain peran jual-jualan sama anak, ga ada salahnya stimulasi anak dengan praktik jualan beneran. Silakan dicoba ya mak..

Anak adalah pembelajar yang cepat, mereka suka melihat lalu mempelajarinya.. Amankan fase emas itu yuk mak..

Salam,
-dma-
Diaz Mamak Arkan





Rabu, 11 Oktober 2017

Kepung Rumah dengan Buku

#kepungrumahdenganbuku
.
Sedang mendalami makna hastag tersebut kedalam hati. Jika rumah sudah penuh dengan buku, terkepung dengan buku lalu setelah itu apa?
.
Haiiii mak! Klo rajin beli buku ya dibaca dong, ya rajin bacain ke anak-anak dong! Beli buku bukan sekedar life style, tapi kebutuhan. Iya, kebutuhan akan nutrisi otak dan jiwa. Beli bukan hanya sekedar ikut-ikutan. Beli buku bukan sekedar "biar dibilang ibu melek parenting". Beli buku bukan sekedar investasi belaka yg akhirnya buku tsb berdebu dimakan usia zaman. Beli bukan hanya sekedar... Aahh saya ga tau tujuan mamak-mamak Masa kini membeli buku, harapan saya tujuan Kita membeli buku sama, yaitu : MENGENAL PENCIPTANYA DAN UNTUK APA DIRI INI DICIPTAKAN

Seorang kawan lama bertanya, sejak era smartphone dia tidak pernah baca buku (lagi). Dia lebih rajin baca handphone, baca buku e-book melalui hp (juga). Miris ya? Iya! Inilah kondisi bangsa Indonesia bukan hanya darurat narkoba tapi juga darurat literasi. Sudah banyak anak bangsa, yg dengan mudahnya copy paste tulisan orang lain dan diakui sebagai hasil tulisannya. Malah yg terbaru, seorang kandidat doktor di Belanda melakukan pembohongan publik terkait penemuan, riset ttg pesawat bahkan dia sempat digadang-gadang sebagai the next BJ.Habibie eh malah terungkap bahwa itu semua bohong! Miris sekali.. ternyata semakin tinggi pendidikan seseorang, tidak serta merta membuat orang tersebut berakhlak baik. Sangat butuh keteladanan dan pembiasaaan. Tugas kita sebagai orangtua Masa kini berat mak.. hanya kepada Allah lah Kita meminta agar pundak ini dikuatkan, hanya kekuatan do'a lah yg bs melindungi agar anak-anak Kita terhindar dari fitnah akhir zaman.. *mewek*

Well, karakter seorang anak akan terbangun dari kebiasaan di keluarga. Mari kita tanamkan karakter dan kebiasaan yg baik, insya Allah nanti kita akan menuai dengan indah. Lebih baik repot ketika mereka masih kecil daripada ketika kita tua mereka merepotkan kita

Medan, 11 Oktober 2017

-dma-

Catatan Mamak arkan

Kamis, 05 Oktober 2017

Sudahkah kita menjadi orangtua shalih?

Renungan Penyentuh Hati
Yuk tanya diri : sudahkah aku
jadi orangtua shalih/shalihah untuk anakku?

"Fitrah"

Oleh : Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School

Ayah, Ibu…
Setiap anak yang diturunkan ke dunia
lahir dalam keadaan fitrah bukan?

“Kullu mauluudin yuladu
alal fitrah. Fa abaawahu.”
Setiap anak lahir dengan fitrah,
bergantung orangtuanya
bagaimana ia dibentuk.

Karena anak lahir dengan fitrah,
bukankah berarti tak satupun anak
ketika lahir berniat
menghancurkan masa depannya?

Tak ada satupun bayi ketika lahir
berniat di kepalanya:
“Ah jika besar nanti aku mau kena narkoba”;
“Ah jika besar nanti aku akan hobi tawuran
atau kebut-kebutan”.

Atau pernahkah ia berkata :

“jika besar nanti aku akan
mencuri uang orangtua.”
“Ah jika besar nanti aku mau
membangkang pada ayah dan ibu”.

Adakah anak
yang berniat begitu Ayah?

Bukankah berarti setiap anak
yang diturunkan Allah ke dunia,
Justru pada awalnya
cenderung pada kebaikan?

Tetapi, mengapa,
sebagian anak-anak ini
Yang lahir cantik, rupawan,
lucu dan menggemaskan;
Setelah ia beranjak remaja dan dewasa,
justru menjadi beban keluarga
dan menjadi masalah
untuk lingkungannya

Ada apa ini…!

Ayah, Ibu….
Karena anak lahir dengan fitrah
sebagian masalah anak,
justru orangtualah penyebabnya.

Periksalah ternyata sebagian anak
justru dijatuhkan harga dirinya
di rumah, bukan di luar rumah

Sebagian kita
mungkin pernah memukul tubuhnya,
seolah tubuh anak adalah
barang pelampiasan amarah kita

sebagian kita
mungkin pernah menampar pipinya,
seolah ia tempat empuk
bagi telapak tangan kita

Sebagian kita
mungkin pernah membentaknya
sambil berteriak dalam hati :
akulah yang berkuasa atas dirimu!

Atau mungkin… kita
tak pernah melakukan semua itu?

Tapi tahukah ayah ibu,
Sebagian anak memang
tak pernah dipukul,
Tak pernah dicubit,
tak pernah dibentak,
tapi jarang sekali anak yang lolos
untuk tidak disalahkan orangtua

Mulai dari buka mata di pagi hari
Sampai kembali menutup mata
di sore hari

Ayah, Ibu….

Karena sebagian anak
jatuh harga dirinya di rumah
Tanpa kita sadari,
ada sebagian anak yang tak betah
berada di samping orangtua

Panas hatinya
jika mendengar ‘ceramah-ceramah’ orangtuanya

dan overdosis nasihat yang ia terima
lalu kapan kita mendengarkan anak,
ayah, ibu?

Ketika seorang kakak
hendak mengambil mainan miliknya
Yang diambil adiknya,
Kita… dengan kekuatan kehakiman
yang kita miliki

Dengan gagah berkata:
kakak…. Ngalah dong sama adik!

Lihatlah pertunjukkan ini ayah…
Lihatlah ketidakadilan ternyata
di mulai dari rumah

Lihatlah… kebenaran ternyata
ditentukan oleh faktor usia

Lalu kita berdalil
“adiknya kan masih kecil…”

Dalam hati si kakak berkata
“sampai kapan adik akan dibela?”

“Kapankah aku meminta lebih dulu
dilahirkan ke dunia?”

“sungguh tak enak jadi seorang kakak”

Karena ketidakadilan di mulai dari rumah
Di tempat lain, sebagian adik pun
berkata hal yang sama

“sungguh aku pun tak suka jadi seorang adik”

“Ketika ayah dan ibu tak ada
aku sering dikerjai kakak semuanya”

Ayah ibu

Karena sebagian anak
dijatuhkan harga dirinya di rumah

Sebagian anak akhirnya
tak betah berada di rumah

Rumah baginya hanyalah
tempat tidur sementara

Ia lalu mencari harga diri,
berkelana mencari surga

Mencari orang-orang
yang akan menghargai dirinya

Wahh… ternyata teman-teman ganknya
bisa menghargainya

Lalu dalam hati ia berkata

Hm… ternyata aku dihargai
jika aku pamer perkasa

aku ternyata perkasa
jika menghisap ganja

aku gembira jika bisa
menyusahkan siapa saja…..

Apakah itu yang kita inginkan ayah, ibu?

Jika tidak, hormatilah jiwa anak-anak kita

Bukan sekadar uang, jajanan,
mainan dan sekolah mahal semata

Itu semua penting

Tapi perkataan dan perlakuan
penuh cinta dari Anda

Adalah warisan terindah
untuk masa depan mereka

***

*Dikutip dari buku best seller "Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shalih" penerbit Khazanah Intelektual dengan penulis sama dengan yang dicantumkan di atas

----------------------

PELATIHAN ORANGTUA SHALIH PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak)

InsyaAllah akan dilaksanakan di Medan
#Mommiesproject Medan

Sabtu - Ahad, 25 - 26 November 2017
Pukul 07.30 - 18.00 Wib
Tempat : Hotel Grand Kanaya Jl. Darussalam No. 12 Medan

HTM
Early Bird 600.000 #5Oktober2017 (Hari ini..)

Normal
Single 650.000
Couple 1.200.000

Fasilitas : Goody Bag, Id Card, Seminar Kit, Snack 4x, Lunch 2x, Sertifikat, Materi Pelatihan 2 hari FullDay (kurang lebih 20 jam) dan doorprize menarik.

SEAT TERBATAS!!!

Minggu, 06 Agustus 2017

Aku Suka Buku

Sebagai pecinta buku, saya memimpikan ada sesi playdate dengan tema buku. Konsep acaranya di awali story telling atau read aloud tentang buku yg kece yg dipandu salah satu bunda lalu selanjutnya secara terjadwal di setiap plydate ada program storrtel, tips merawat buku, buku rekomended dan setiap palydate juga bisa barter buku dengan kawannya lalu memgembalikan di playdate berikutnya (memaksa hadir playdate berikutnya).
.
Mimpi melihat anak-anak berkerumun ngebahas buku itu asik bgt dan pastinya seru krn skrg mulai jarang saya melihatnya 😣
.
Boleh ya mamak arkan mimpi hihi..
.
-dma-
.
#challegeday6
#hsmnmedan

Senin, 17 Juli 2017

Ketika Abang Berkunjung ke Perpus

Ketika Abang Berkunjung ke Perpus
.
Sejak sliweran berita adanya perpus DKI di timeline sosmed bbrp tahun lalu, kami baru kesampaian kesini. Secara tidak sengaja 😁. Kabarnya perpus ini sudah berdiri sejak tahun 2008 lho dan perasaan dlu saya sering bolak balik kesitu deh nonton teater kok nggak ngeh yaa 🤔
.
Iya kami tidak sengaja dan tidak direncanakan. Awalnya kami hanya mengantar eyang arkan ke stasiun gambir pagi-pagi. Pulangnya karena masih pagi abang arkan minta mampir monas *anak Medan bgt wkwk
Eh kok tetiba mamaknya inget perpustakaan DKI yg di cikini. Pan deket tu yaa dari gambir langsung gugling jam operasional. Alhamdulillah sabtu buka, pas diksh liat gambar playground laaah si abang semangat bgt kesana.
.
Sampe disana pas bgt jam 09.05, langsung aja masuk di lantai dasar ada area pameran lukisan anak, uang kuno, gambar lukisan jakarta tempo doeloe. Lalu ada mbak mbak yg menyambut kami untuk mengisi daftar tamu online dan diberikan bbrp info. Untuk area buku anak ada di lantai 2, playground juga ada tetapi bukanya jam 10. Yaudah kami langsung menuju ke lantai 2. Ohya, ga atas ga boleh bw tas yaa semua disimpan di loker jadi silakan bw barang yg penting-penting aja ya mak..
.
Sampai di lantai 2 abang arkan seneng bgt langsung ngambilin bbrp mainan edukatif dan lego, pas mamak nanya "abang mau baca buku apa?" Dan si abang pun menjawab "klo baca buku mah di rumah banyak tp klo ini (nunjuk mainan) dan itu (nunjuk playground) kan di rumah ngga ada 🙈laaah
Baiklah mamaknya ajalah yg baca buku.
.
Area playground sangat luas, si adek za seneng bolak balik merangkak ampe keringetan 😊. Syarat masuk playground bawa KAOS KAKI yaaa disana ga ada yg jual klopun ada mesti keluar area TIM dan arkan ga bw dong akhirnya pakek kaos kaki mamaknya 😂. Alhamdulillah mamaknya ada kaos kaki serep hihi. Syarat selanjutnya usia maksimal 5 tahun dan tinggi badan anak maksimal 110cm lebih dari itu ngga boleh masuk. Playground dibuka hanya 2jam saja dan panas lhooo.. *laah masa dingin macem di mall dunk 😎
Sebenernya tujuan awal itu biar anak-anak anteng baca ya klo bosen pindah ke playground eh ini malah kebalikan banyakan bocah di playground daripada baca 😔
.
Alhamdulillah, arkan seneng bgt. Mamaknya juga seneng selain gratis masuk sana, alasan lainnya krn bukunya cakep-cakep bikin mamaknya pengen baca sambil tiduran #eh
.
Btw, ini dia info lengkap terkait sm perpusnya yaa
Jam operasional perpustakaan provinsi DKI
Senin-Minggu 09.00-16.00
Playground
Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu
Pukul 10.00-12.00 (BAWA KAOS KAKI)
Alamat lengkap : area Taman Ismail Marzuki jl. Cikini Raya
Biaya masuk : Free!
.
Postingan ini bukan pamer yaak tp sekedar informasi buat mamak2 yg perlu dan mencari alternatif tempat kece di Jakarta. Namanya juga kami orang daerah ya pastinya nyari yg kagak ada di Medan dong 😜
.
Salam hangat,
-dma-

#level2
#hari4
#bunsayIIP
#melatihkemandirian
#tantangan10hari

Jumat, 14 Juli 2017

Mandirinya Mamak

Qodarullah sudah seminggu ini arkan sakit, demam naik turun. Saya yg sedang LDM (Long Distance Marriege ) sama suami agak ngos-ngosan. Ga pernah kami jauhan seperti ini. Puncaknya tadi malam, dimana saya harus membawa arkan ke RS untuk cek darah.
.
Adek Zalfa, di rumah sm eyangnya. Alhamdulillah ada eyang, ga kebayang klo ini kejadian di Medan hiks..
.
Saat ngambil darah, saya udh terbayang si abang akan meronta-ronta seperti saat dia usia 3thn smpe dipegang ayahnya. Ketika mau ambil darah sy sudah bilang ke abang arkan "bang skrg ga ada ayah, tolong abang bantu ummi ya biar abang segera sehat"
.
Dan masya allah.. abang sangat cooperative, nangis pasti tp tidak meronta-ronta seperti saat ada ayahnya. Ya allah mamak terharu.. 😣
.
Kalo udah begini, saya beneran bersyukur sekali punya suami baik hati yg senantiasa mendampingi.
.
Insya allah setelah arkan sehat, saya akan fokus melatih kemandirian abang yaa..
.
-dma-
.
#level2
#hari2
#bunsayIIP
#melatihkemandirian
#tantangan10hari

Kamis, 13 Juli 2017

Melatih Kemandirian

Taqoballahu minna wa minkum.. masih bulan syawal dan masih suasana lebaran. Qodarullah berjumpa games level 2 pas bgt di Jakarta di rumah orangtua saya dimana abang arkan pastinya mendapat kemanjaan dari eyangnya.
.
Ga heran si abang betaaaahhh bgt disini dan ga mau pulang ke Medan 😑
.
Kondisi si abang saat ini masih dalam proses penyembuhan. Mamaknya pun masih berpikir kemandirian apa yg perlu dipertajam si abang. Bbrp skill kemandirian sudah bisa dan sudah dalam trf pembiasaan. Semoga sukses dan mamak pun segera koordinasi ke eyangnya agar gak terlalu banyak memberikan bantuan hihi
.
Doakan saya semoga berhasil ya!
.
#level2
#hari1
#bunsayIIP
#melatihkemandirian
#tantangan10hari

Rabu, 28 Juni 2017

Aliran rasa..

Saya merasa dan sangat terasa bahwa komunikasi saya ke anak belum maksimal. Melalui kelas bunda sayang, saya seperti tersadar "yaelaaahh.. Parah bgt cara berkomunikasi lo yaz"
.
Alhamdulillah Abang Arkan malah merasa mamaknya aneh dan saya pun tanpa malu menjelaskan bahwa mamak lg belajar. Semoga di game berikutnya saya bisa makin lihai berkomunikasi dengan anak maupun pasangan. 
.
Jakarta, 28 Juni 2017
-DMA-

Sabtu, 10 Juni 2017

Klimaks Tantangan Komprod

Tantangan komunikasi produktif hari ini mencapai puncaknya, kejadian hari ini juga sangat klimaks hiks..

Tadi siang kami pergi ke pusat perbelanjaan, abang arkan tahu hari ini memang akan membeli bbrp potong pakaian untuk hari raya. tapi mamaknya tidak ada kesepakatan dari rumah. dan kejadian disana dia nampak mainan dan merengek minta. hampir emosi saya tp diambil alih ayahnya. pilihannya agak ekstrim :

"Abang beli sekarang tapi pakaian yg akan di bayar ke cashier akan dibatalkan?'
atau
"Abang tidak beli, hanya pakaian saja dan akhir Ramadhan akan beli mainan di Jakarta?"

Negonya sangat alot dan penuh air mata, ga pake malu lagi deh sama orang se-Mall hihi.. Alhamdulillah abang memilih pilihan terakhir. Mamaknya pun minta maaf karena sudah keburu emosi hiks..

Semoga kami tetap konsisten menjalani ini ya nak.. dan menambah kesabaran *tenggak pil sabar segentong haahha

#level1
#day10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, 09 Juni 2017

DIY Sensory Bag


Sesekali bebikinan mainan buat Adek za deh.. Kali ini yg gampil pakek banget dan semua bahan ada di rumah cuma ga punya gliter aja hihi
.
Manfaat mainan sensory bag itu untuk melatih sensor tangan dan motorik tangan serta Indra penciuman. Ada kegiatan pegang, meremas, mencium dan terakhir (klo udah bosan) dilempar 😂
.
Yang paling asyik dari kegiatan ini, Abang Arkan mau membantu mamaknya loh.. Sebelumnya Abang ga mau loh krn dia mau main sepeda, padahal di luar sangat panas. Terjadi lah dialog Abang boleh keluar nanti sore dan skrg mamak minta bantuan bikin mainan Adik eh Masya Allah ternyata Senang sekali dia ikut terlibat. Pastinya dengan segala intruksi. Alhamdulillah abang dan semangat, "besok kita buat apa lagi ya mak?"
.
Ini dia alat, bahan serta caranya
💐 alat dan bahan : 
Alat : gunting, lakban, plastik ziplock
Bahan : pewarna makanan, manik-manik, kancing warna warni, gel foam punya ayah, baby oil, tambah gliter lebih lucuuuu..

💐 proses: 
1. Ambil plastik ziplock, tempelkan lakban di sekeliling sisinya supaya tidak bocor.
2. Masukan gel, pewarna, baby oil, aneka manik-manik dan kancing warna warni. 
3. Sebelum di lock, keluarkan udara yg ada di dalam plastik.
4. Rekatkan lock nya lalu kasihkan lakban lagi..
5. Tadaaaaa.. Siap bermain yaaa..dilihat, dipencet, diremas, dicium ya deekk 

-DMA-

#hari9odoac
#onedayoneartcraft
#mamakarkan
#sesorybagforbaby
#level1
#day9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



Kamis, 08 Juni 2017

Cita-cita : pengusaha pom bensin yg jujur 😍

Udah lama bgt Mamak Arkan pengen bikin pom bensin kardus gegara kepo sama si #ibukardus yg inspiratif bgt mbak . Qodarullah kmrn ada kardus bekas yang besar eh si anak bilang cita-citanya punya pom bensin. Pas bgt kan hihi.. Tapi punya Mamak Arkan sederhana pisan.. Si abang demen di bagian masukin koin dan kartu lalu memutar-mutar angka dan tulisan jenis bensin 😍
.
Project ini harusnya bisa kelar semalem aja tp karena Mamaknya butuh ide dan gugling sana-sini dimulai dari kmrn jdnya agak lama. Seneng yaa klo anak mainnya senang.. Skrg udh ada yg jadi "korban" kalo pretend play yaitu Adek za 😂.
.
Setelah siap, bener aja adeknya yg paling agresif untuk mengoyak apa yg sudah menempel hihi. Abang pun bilang "ummi klo cepet rusak bgmn abang bisa main lg? Tolong lah mi bilang ke Adek"
"Adek diajak bobok aja mi atau Adek ga boleh pegang mainan abang yaa"
.
Lalu ternyata si abang lah yg pake jurus komunikasi memilih ke Mamaknya hihi
.
Selamat bermain abang, jadilah pengusaha pom bensin yg jujur yaa 😘

-DMA-

#level1
#day8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



Rabu, 07 Juni 2017

Abang Mau Bikin Lainnya juga yaa..

Saya tuh bukan ibu kardus tp mamak kardus hihi.. Beneran hobi bgt ngumpulin kardus dan barang bekas buat apa? Buat bebikinan gini lah. Pokoknya klo liat barang bekas, mata sayah berbinar-binar seperti menemukan "harta Karun" tapi saat saya melahirkan, semua "harta Karun" saya telah dimusnahkan ayah Arkan 😭

.

Sekarang mulai ngumpulin lagi hihi karena si Abang Udah punya wish list mainan kardus yang harus dibuat mamaknya, kok bukan dibuat ayahnya? Ayahnya ga bisaaaaa 🙈

.

Wish list mainan kardus Abang : 

Kitchen set ✅

Mobil ✅

Pom bensin ✅

Diorama proyek Akung ✅

Topi buaya ✅

Bookstore 

Blender

Mesin ATM

Rice cooker 

Roket

.

Laaahh PR mamakmu banyak amat ya bang.. Mari kita ubek-ubek yutup untuk mencari inspirasi 😂

.

Berbuat baik itu bukan karena Abang mau mainan buatan mamak dari kardus ya tp karena Abang tahu jadi orang baik itu sangat dicintai Allah SWT

.

-DMA-


#mamakkardus

#diycardboard

#diaryabangarkan

#level1

#day7

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip





Selasa, 06 Juni 2017

Kesepakatan Tidak Minum Es

Maaf untuk Postingan tantangan hari ke 6, telat yaaa.. Karena qodarullah ada cerita tantangannya menjelang buka puasa. 
.
Pagi tadi abang Arkan yg sedang dalam masa pemulihan, minta ikut buka bersama Ikatan Alumni Undip kampus ayah dan Mamaknya. Pastinya disana akan tersedia es buah, abang Arkan kmrn sakit radang tenggorokan otomatis ga minum es dulu dong ya.. Berkaca pada kejadian hari Sabtu, Arkan tantrum krn dilarang minum es. Kami sadar, sebelum pergi memang ga ada kesepakatan do&dont. Serta penjelasan mengapa tidak boleh minum es.
.
Td pagi kami akhirnya buat kesepakatan, tentang tidak boleh tantrum karena dilarang minum es. Menjelaskan kenapa tidak boleh minum es. Yg buat kesepakatan ayahnya, saya hanya kasih materi kesepakatan hihi.
.
Alhamdulillah tidak ada perlawanan argumen karena Sabtu lalu abang Arkan sudah merasakan akibatnya saat belum sembuh betul lalu maksa minum es. Abang Arkan setuju dan dia akan makan buah saja 😆
.
Ketika td di hotel, abang Arkan melihat sebagai macam minuman dingin dan es buah segar, dia hanya melihat saja dan berbisik ke saya "mi.. Abang boleh minum itu kan klo sudah sehat betul?"
Eeehh malah Mamaknya meleleh, anakku konsisten sekali yaa.. Alhamdulillah.. 
.
-DMA-

#level1
#day6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Mandi sekarang atau 5 menit lagi?


Cung, siapa anaknya yg susah disuruh mandi tp giliran udah mandi, susah disuruh selesai? Abang Arkan bgt ituuu.. 🙈
Mandi itu ritual yg asik tp sesuai mood si abang, klo dia lg mood mandi waahh bisa berjam-an dia di kamar mandi tapi klo lg gak mood, nyuruh mandi pasti pake berantem hiks..
.
Pas bgt di masa penyembuhan pasca sakit, saatnya Mamak minta abang mandi. Pastinya diawali dengan cerita tujuan mandi, cara mandi yg benar, dsb. 
👩 : abang sudah pukul 5 sore, yuk mandi?
👦 : "nanti ya Mi!"
👩 : "wah ga bisa gitu, Skrg abang milih deh mau mandi sekarang atau 5 menit lagi?"
👦 : "ga mau begitu, maunya setelah upin ipin siap"
*diambil alih ayahnya*
👨 : "Abang 5 menit lg ya ayah mandikan"
👦 : "iya yah" *ga Ada perlawanan
👨 : lalu si ayah mematikan tv dan bilang bahwa "ayah punya cerita tentang raja air yg dermawan, mau denger ga?"
👦 : "MAUUUUU"
.
Kan ga perlu waktu 5 Menit sampe anak ini semangat mandi. Anak ini bener-bener harus tau alasan knp Mamak dan ayahnya minta begini begitu. Klo sesuai dengan logika berpikir dia, baru mau melakukannya. Wah tantangan apalagi buat besok ya.. 
.
-DMA-
.
#level1
#day5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Minggu, 04 Juni 2017

Tidur

Usia abang Arkan apa sunatullah sedang payah disuruh tidur ya? Padahal saat ini sedang kurang enak badan. Tetap saja susah diminta bobok. Well.. Mamaknya kudu sabar dan menurunkan tensi 😅
.
👦 : "badan abang masih panas mi"
👩 : "setelah minum obat, bobok ya nak"
👦 : "gak MAU!"
*diambil alih ayahnya*
👨 : "Abang klo sakit artinya harus banyak istirahat dengan bobok yg cukup, klo Abang udh sehat boleh bgt pecicilan lg"
👦 : "Kenapa harus bobok yah, Abang ga suka bobok"
👨 : "kan td sudah ayah jelaskan"
 Abang Arkan pun diam lalu balik badan dan ga lama tertidur.
.
Anak ini bener-bener harus tau alasan knp Mamak dan ayahnya minta begini begitu. Klo sesuai dengan logika berpikir dia, baru mau melakukannya. Wah tantangan apalagi buat besok ya.. 
.
-DMA-
.
#level1
#day4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sabtu, 03 Juni 2017

Minum Obat

Masih tentang momok minum obat kalo si abang sedang sakit. Bagi kami, memberi obat pada anak sakit itu tantangan bgt apalagi klo bentuk obatnya puyer haduuhh bisa berulang kali nih 
.
Ada acara disembur, dimuntahkan, atau bahkan disanggah 🙈. Perlu tenaga ekstra untuk pegang badan si anak hihi.. Nah Skrg saya coba melatih minum obat tanpa paksaan dan pake komunikasi aja. Walaupun lama tp mudah-mudahkan jd kebiasaan yg baik. 
👩 : "minum sirup yuk bang"
👦 : "itu bukan sirup tp obat!"
👩 : "iya obat berbentuk sirup kali bang" *mamak berusaha becanda dan nyantai tp si abang malah tegang haha
👦 : "GAK MAU!"
👩 : "abang tau kan penyebab abang harus minum obat, apa tujuan ummi kasih Abang obat, coba yuk diinget-inget.. Bla..bla.." *mamak berkisah panjang lebar 😆
Eh anaknya tetap keukeuh ga mau 
👩 : "yaudah Abang boleh milih, mau minum obat sekarang Atau 10 menit lg?"
👦 : *DIAM SAJA*
👩 : "Abang..ooo Abang"
👦 : "yaudah 10 menit lg"
.
Alhamdulillah minum obat Pagi ini berhasil tanpa paksaan dan tanpa kekerasan hahha (keras megang tangan doi biar ga meronta mksdnya)
.
-DMA-
.
Medan, 030617. 06.45 WIB 

#level1
#day3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Jumat, 02 Juni 2017

Arem-Arem atau Nasi, Bang?

Sejak td malam, Abang Arkan demam dan sudah pasti ga mau makan. Klo lagi sakit gini ada aja yg bisa bikin kami ricuh, tentang makan, tentang obat, tentang tidur. Makan, obat, dan tidur selalu jadi momok saat Abang sakit padahal 3 hal itu penting bgt untuk jd perhatian.. *mamak tarek nafas*
.
Kok ya pas bgt, qodarullah Mamaknya lagi latihan komprod ke abang jadilah percakapan seperti ini td pagi ketika sarapan.
👩 : "sarapan dulu ya bang, setelah itu minum obat penurun panas"
👦 : *diam* .......
👩 : "abang ooo abang, dengar ummi kan?"
👦 : "iya mi, tapi abang ga mau makan nasi"
👩 : "okey, makan roti aja ya?"
👦 : *menggeleng*
👩 : Mamaknya inget masih ada arem-arem di kulkas langsung deh masukin ke magic com
"Arem-arem aja ya bang? Ga pedas kok"
👦 : "ummi ini.. Arem-arem itu jugak nasi loohhh, abang ga mau nasi!"
👩 : "jadi gini benefitnya klo abang sarapan bla..bla..
Abang mau makan nasi pake sayur Atau arem-arem aja yg tinggal lep?"
👦 : "yaudah arem-arem ajalah"
.
Lama amat si nak mau makan aja 😪. Ini belom dialog minum obat, belum dialog tidur hadeeehhh.. Banyak yaaakkk.. 
.
Lekas sehat abang, syafahullah ya nak 😘
.
-DMA-

#level1
#day2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Kamis, 01 Juni 2017

Latihan bersabar untuk abang dan meredam emosi untuk Mamak 😆

Awalnya, saya termasuk mamak-mamak yg emosional. Sekarang jg masih sih wkwk cm udah agak mending dan berkurang, setelah ikut berbagai seminar parenting. Inget kata Abah Ihsan "Akan terlihat perbedaan mana orangtua yg belajar atau tidak". Saya sudah belajar ttg berbagai macam materi parenting, salah satunya tentang komunikasi sama anak. Pastinya mau berubah lebih baik dong walaupun masih tertatih-tatih hihi..
.
Pada materi komprod bunday skrg saya mengambil ilmu "memberikan pilihan" saat berkomunikasi dengan anak. Abang Arkan skrg sudah sangat pandai negoisasi. hasil nego bisa berakhir damai tapi tak jarang ricuh juga antara mamak dan anak 🙈. Saya pengen tidak Ada kericuhan diantara kita. Bismillah 10 hari ke depan Akan mulai pembiasaan ini 😊
.
"Mak, Abang mau yakul"
.
Latihan puasa hari ke 6 ini Arkan mulai dari pagi jam 6 atas permintaannya sendiri. Mau sampe jam brp nya terserah yg penting berbuka setelah Azan berkumandang, itu adalah kesepakatan kami 😊
.
Jam 10 pagi ada ibu-ibu yakul langganan lewat, saya beli 2 pack. Matahari pun td siang sangat terik. Setelah menyimpan yakul, mulai dong ada serangan ikhtiar dari si Abang Arkan, berupa rengekan, argumen klo anak-anak boleh berbuka krn belum wajib puasa, sampe doi Azan sendiri! Oke kita mulai komunikasi produktifnya. 
👩 : "Abang kesepakatan kita tadi malam apa untuk latihan puasa hari ini?"
👦 : "Abang puasa dari pagi sampe terserah Abang mau buka kapan yg penting Ada Azan"
"Abang mau yakul sekarang miii" *yakul sudah berada digenggaman tangan abang Arkan 🙈
👩 : "boleh tapi nunggu Azan ya"
👦 : "Abang mau SEKARANG!" Mulai pake nada tinggi nih
👩 : jangan terpancing emosi *tarik nafas*
"ummi kasih pilihan ke Abang ya.. Abang mau nunggu Azan lalu minum yakul atau Abang mau sekarang tapi setelah itu sampai 3 hari ke depan tidak boleh minum yakul lg?
👦 "Abang ga mau milih! Pilihannya ga ada yg enak!" 😆
👩 : "hidup itu pilihan nak, silakan berpikir ummi menanti jawaban Abang"
Agak lama Abang milih lalu pada akhirnya setelah 5 menit si abang menjatuhkan pilihannya. 
👦 : "iya mi Abang mau bersabar nunggu Azan deh tapi...."
"Boleh nempelin yakul di pipi begini yaa.."
😂😂😂
.
Silakeun naakk.. Emang cuaca lg panas, satu pelajaran ttg puasa yg abang dapet yaa.. Puasa itu bukan tentang haus dan lapar saja tapi juga SABAR. Nego yg alot dan lamaaaaaa, mamaknya pun latihan sabar dan menahan esmosih 🙈
.
-DMA-
Fikri Widiastuty Utami

#level1
#day1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Senin, 22 Mei 2017

Friday Family Project #1

Friday Family Project #1
.
#FFP Perdana kami adalah membuat bendera Ramadhan untuk keperluan pawai tarhib Ramadhan di komplek besok. #FFP ini adalah pemanasan Abang arkan menuju Project Based Learning di pembelajaran ke depannya.    Nyari Ide untuk FFP gampang mak, yg penting sederhana, di sesuai kan kemampuan anak dan orangtua, dan bermanfaat. Goal dari FFP dan PBL memang bermanfaat buat keluarga dan masyarakat. Qodarullah saya emang lg cerita banyak ttg apa maksud manusia diciptakan. Banyak berkisah, banyak cerita, puncak nya saya menawarkan project ini ke Abang. Alhamdulillah dia mau dan semangat. Bahannya mudah saja dan saya mengusahakan pake barang bekas.  Ini dikatakan family project karena semua terlibat termasuk bapake. Bapake terlibat nge-print dan fotocopy gambarnya. Neng za mesti terlibat dengan nyebar-nyebar dan menyobek kertas hihi..😅. Alhamdulillah selesai, siap didistribusikan besok 😍
.
Sepertinya abang Arkan calon anak HS ni? Belom mak belom.. Pelan-pelan, mamak masih edisi bikin pembuktian ke "kepala sekolah" kami, bapake arkan. Pembuktian konsistensi saya selaku "guru" ke "siswa" kami yakni Abang arkan dan Neng zalfa. Siswa yg 24 jam belajar dan Ada di dekat sayah 😂. Mamaknya belajar konsisten dan sabar serta mengurangi keganasan 🙈. Trus tipikal Abang arkan ini sosialitahhh sekali yaa.. Ga bisa hidup tanpa kawan skrg aja agenda harian dia, selalu main keluar rumah di Pagi dan sore hari demi menyapa kawan-kawannya 😂 jadi menurut kepsek kami, rasanya kami sbg ortu terlalu egois jika langsung memutuskan homeschooling untuk Abang, Abang tidak merasakan bagaimana belajar di public school. Biar kan dia memilih, kami memfasilitasi dan tetap mengarahkan (ke HS nanti nya hihi).
.
Trus tahun ajaran depan masuk TK gitu mak? Iya insya Allah masuk TK dan TK B hihi.. Kenapa TK B padahal usia abang belum 5 tahun nanti Juli. kami khawatir bosan karena 80% kegiatan TK A sudah mamak lakukan di rumah. Selain masuk public school, abang arkan juga online school di TAM milik Yayasan Generasi Juara. Ini adalah ikhtiar kami mengenalkan abang arkan HS dengan sekolah jauh via online, ga berat dan capek tuh public school iya, online school iya. Ga lah kan masuk kelas online infonya seminggu 2x aja selebihnya sama mamak di rumah. Rapot dan ijazah ada? Ada dong, aman lah pokoknya.. TAM mengeluarkan rapot dan ijazah resmi kok Jdnya ga perlu takut ya buibuuu.. 
.
Alasan kami memilih dobel-dobel adalah ingin melihat kecenderungan abang arkan, enjoy di public school apa online school. Lalu biar kan dia memilih. Klo emang cocok di public school ya gpp berarti bapake nyiapin uang sekian juta buat masuk SD. Abis itu kami ikhtiar Neng zalfa yg mau  homeschooling hihi.
.

-DMA-

#DiaryArkan
#saatnyakembalikesekolah


Jumat, 07 April 2017

My Purpose of Life


Hmmm.. Rasanya ga perlu direnungkan terlalu dalam krn sejatinya setiap manusia hidup di dunia untuk menyiapkan bekal di akhirat. Dan itu sudah seharusnya ada di dalam dada manusia. Begitu juga saya, hanya memiliki satu tujuan hidup yakni berkumpul sekeluarga di Syurga. 
Nah perjalanan masuk syurga inilah yg terasa berat..berat sekali.. Belum lagi godaan duniawi. Astagfirullah 
Padahal syaratnya (nampak) mudah, syurga bagi seorang istri Ada di suami, kamu hanya perlu taat. 
Menjadi seorang ibu juga Ibadah, ladang pahala yg berpeluang besar untuk masuk syurga. Yakin bisa masuk syurga klo masih Ada teriakan ke anak? Masih ada ngomel karena lelah? 
Mendidik anak menjadi anak shalih juga bisa mengajak kita ke syurga, sudah sabar kah saya? 
Aaiihh..Rasanya sy harus kembali istighfar. Ini yg patut jadi bahan perenungan 😭

Hakikat penciptaan manusia termasuk saya yaitu untuk senantiasa beribadah, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sekali lagi nampaknya mudah padahal perlu keistiqomahan untuk menjalankannya.

Mengembalikan niat hidup dan mengetahui tujuan Allah menciptakan saya, membuat diri ini selalu memperbaharui niat untuk melakukan apapun. 

Medan, 7 April 2017
Jumu'ah Barokah 😍